Kehidupan ini bagaikan satu putaran yang sentiasa bergerak, umpama matahari dan bulan. adakalahnya kita merasakan panas dan adakalanya kita merasakan dinginnya malam. Bahangan mentari itu mampu membuatkan kita teguh berdiri dengan kaki yang kian lenguh. Dingin malam pula akan memberikan kita kesegaran malam dalam menghadapi dugaan disiang hari. Banyak dugaan dalam kehidupan, oleh itu setiap dugaan yang kita lalui memerlukan setiap ketelitian dan langkahan yang berhati-hati. Biar kita melangkah meninggalkan keseronokan dunia demi untuk kebaikan alam abadi.Insya-Allah."

Kejadian Aneh

|

Batu Terapung peninggalah Nabi Muhammad S.a.w. Riwayat Isra' Mi'raj dalam Kisah Para Nabi disinggung sebagai "hajar" tempat berpijak Nabi Muhammad saw ketika Mi'raj kelangit ingin mengikut bersama Nabi Muhammad saw benar-benar ada. Sebagai mu'jizat, Nabi melarang batu itu ikut dan memerintahkan batu tersebut kembali ketempat asalnya semula. Ada yang

mengatakan riwayat ini termasuk dho'if (lemah).

Batu yang dimaksud masih ada sampai sekarang, tepatnya terletak di bawah Qubbah Sakhra (disebut Mesjid Umar Ibn Khattab, karena Umar bin Khattablah
yang semula membangunnya), bukan terletak di dalam Mesjid Al-Aqsha. Antara Masjid Umar dan Masjid Aqsha dibatasi oleh lapangan luas.


Penulis pribadi alhamdulillah sudah berkesempatan dengan izin Allah berkunjung beberapa kali ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan shalat di sana,
terakhir tahun 2001 dari Damaskus. Kunjungan saya pertama ketika bersama-sama dengan pasukan PBB Garuda VIII tahun 1975, dilanjutkan
kunjungan berikutnya ketika bertugas sebagai wartawan LKBN Antara untuk Cairo dan Timur Tengah. Kunjungan penulis ikut bersama rombongan Presiden
Anwar Sadat (1977) dalam kunjungan spektakuler bersejarah missi perdamaian Anwar Sadat setelah perundingan Camp David tercapai dan menginap di King
Daud Hotel yang terkenal itu. Kunjungan ini bulan Nopember 1977 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, dimana rombongan Pres. Sadat shalat Idul Adha di
Masjid Al-Aqsha.

Dalam kunjungan-kunjungan itu, saya berusaha menyaksikan kebenaran "batu melayang" itu. Ternyata memang ada batu itu, dahulu konon memang terpisah
(melayang) tetapi sekarang tidak terputus seperti yang ditulis, tetapi masih menyambung dengan tanah dan sudah dibangun tangga untuk turun naik. Ketika
kita berada dibawah batu tersebut dapat melihat dengan jelas bahwa batu itu menyatu dengan tanah (sekarang), hanya terangkat dari tanah lebih kurang 2
meter sehingga kita dapat berdiri dibawahnya. Konon, batu inilah yang diperintahkan Rasulullah untuk tidak ikut mi'raj bersamanya dan tetap berada
di tempatnya. Ketika ditanyakan kepada penjaganya dijawab memang benar.

Riwayat ini kami terima turun temurun sebagai penjaga Masjidil Aqsha.
Adapun dalam foto terlihat bahwa batu seperti terlepas/terpisah, kemungkinan adalah tipuan kamera belaka atau foto itu diambil dari posisi sambungan
antara batu dan tanah cuacanya gelap atau sengaja dikaburkan. Pemerintah Israel (Yahudi) tidak pernah melarang untuk melihat batu tersebut. Apabila
anda berkesempatan berziarah ke Baitul Maqdis dan shalat di Masjid Suci Ketiga itu, silakan melihat sendiri keberadaan batu itu.



Kalimah Suci Allah dan Nabi Muhammad jelas kelihatan dari atas angkasa. Gambar ini diambil daripada Apollo 11 Shuttle. kalimah ini menampakkan kalimah Allah dan rasullah diseluruh penjuru alam semesta. begitu besarnya keajaiban Allah..Allahuahkbar

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.


Lihatlah dengan jelas kalimah Allah yang maha suci di langit biru. pasti yang melihat akan merasa kagum dengan keindahan dan kebijaksanaan Yang Esa. lakaran awan yang semakin ditiup angin menampakkan kalimah itu pada pandangan mata kasar manusia meski pun mata hatinya telah lama buta...


Dipetik dan diubahsuai daripada : aqpux (Bahasa Indonesia)

2 comments:

rosisma said...

Asalamualaikum.. AsRul...

Gambar batu terapung tu bukan gambar batu terapung yg sebenar..
Gambar tu dah tersebar dengan luas di
internet. banyak pihak menyatakan yang batu ni adalah batu yang nak ikut
Nabi Muhammad S.A.W semasa israk dan mikraj. Banyak artikel-artikel mengenai
'Dome of The Rock' memaparkan imej batu ni. Namun tidak dapat dipastikan
samada penulis tersebut adalah orang Islam atau beragama lain. Penulis
artikel tersebut telah mengaitkan batu tersebut dengan kisah Isra' dan
Mi'raj Rasulullah s.a.w. sedangkan lokasi batu itu pun tidak diketahui di
mana, dan tidak pula diketahui siapa yang telah menangkap gambar itu.
Sebenarnya, bagi mereka yang berpengalaman mengedit foto, dia boleh mengedit
gambar batu menjadi seolah-olah terapung dengan menggunakan teknik
superimpose. Tapi kenapa mereka sanggup melakukan pekara sedemikian? apakah
tujuan sebenar mereka?



Di Baitul Maqdis, khasnya di tempat yang dinamakan Haram As-Sharif, terletak
Masjidil Aqsa iaitu kiblat pertama bagi orang-orang Islam sebelum kiblat
dialihkan oleh Allah ke arah Ka'abah di Makkah. Di sana juga ada sebuah batu
besar (panjangnya 56 kaki dan lebarnya 42 kaki) terletak dalam satu binaan
berkubah yang dipanggil Qubatul Sakhra' atau 'Dome of The Rock'.

Batu itu berbentuk hampir separuh bulatan dan di tengah-tengah batu ini
terdapat satu lubang yang turun ke bawah menuju ke sebuah gua kecil yang
dipanggil "Gua Arwah".

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar Al-Khattab r.a. kawasan batu itu
dikepung dengan mendirikan sebuah masjid berbentuk bulat dan senibinanya
direka khas oleh seorang akitek Greek.

Pada masa pemerintahan Abdul Malik ibn Marwan iaitu Khalifah Ke 10, masjid
itu telah dibangunkan semula serta dinamakan Masjid Qubatul Sakhra' (Dome of
The Rock), setinggi 10 meter dan diameter 20 meter.

Ada cerita yang mengatakan bahawa batu ini terangkat ke atas ketika
Rasulullah melepaskan kaki Baginda dari batu ini untuk melakukan Mi'raj ke
Sidratul Muntaha. Batu ini dikatakan ingin mengikut Rasulullah waktu Mi'raj
tetapi ditahan oleh malaikat Jibril. Bekas tapak tangan Jibril dikatakan
masih ada di sana.

Menurut Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, ulama Masjidil Haram di Makkah,
mereka yang berkata bahawa batu ini tergantung di antara langit dan bumi
adalah tidak benar kerana kisah ini tidak tersebut dalam Al-Qur'an atau
dalil-dalil hadis yang kuat. (Bait Al-Maqdis, Masjid Al-Aqsa dan Batu
Bergantung oleh Syed Hassan Muhammad Al-Attas)



Kejadian batu itu cuba terbang mengikut Nabi Muhammad S.A.W. semasa israk
dan mikraj, setelah dikaji semula berdasarkan kepada hadis-hadis sahih,
perkara itu tidak benar. Ia hanya bersumber dari Yahudi (dongeng
Israiliyyat). Batu itu sebenarnya tidak terapung.

Menurut Prof Dr Tala'at Muhamad Afifi, dari Universiti al-Azhar:


"Qubatul Sakhra' itu bukanlah terapung diatas udara sebagaimana yang
dinyatakan didalam soalan, akan tetapi hujungnya luas dari tapaknya yang
menjadikan ianya tergantung".

Maknanya, batu itu mempunyai bahagian atas yang lebih besar dari bawah
menjadikannya seolah-olah terapung. Kesimpulannya, cerita Batu yang
tergantung itu merupakan cerita-cerita Israiliyyat. Dikatakan bahawa orang
Yahudi sengaja ingin mewarwarkan mengenai Qubatul Sakhra' agar orang Islam
dapat melupakan Masjid Al-Aqsa yang dipercayai merupakan tapak masjid yang
dibina oleh Nabi Sulaiman yang ingin mereka kuasai.

Muhammad Feriyanto said...

Artikel yang sangat bermanfaat sekali, semoga artikel ini juga bermanfaat untuk orang yang sudah membaca.
Cara Menghilangkan Jerawat
.

Post a Comment